Bali di tanah Jawa, dalam Upacara Melasti

April 12, 2017



Tanjung Pasir yang berada di Tangerang disulap bagai Pulau Bali. Sepanjang mata memandang, para umat Hindu yang mengenakan pakaian bernuansa putih datang berkelompok dengan membawa sajen. Hiasan warna-warni seakan memberi sambutan, wangi dupa tersebar dan satu area digunakan untuk berdoa. Melihat pemandangan ini, seakan saya berada di Pulau Dewata. Yang berbeda dari Tanjung Pasir hari ini adalah Upacara Melasti yang akan berlangsung di tanah Jawa dan diikuti oleh sebagian masyarakat Hindu.

Melasti adalah rangkaian dari Hari Raya Nyepi, yaitu upacara pembersihan alam semesta beserta isinya yang pada akhirnya membawa keharmonisan pada seluruh pihak. Dilaksanakan di pinggir pantai dengan tujuan menyucikan diri dari segala perbuatan buruk pada masa lalu dan membuangnya ke laut. Sumber air yaitu laut atau danau dianggap sebagai air kehidupan dalam kepercayaan umat Hindu.

Area suci Tanjung Pasir yang digunakan untuk berdoa telah dipenuhi oleh umat Hindu yang duduk bersimpuh menghadap ke laut. Di depan para umat, terdapat meja-meja sebagai tempat peletakkan pratima (simbol Tuhan bagi umat Hindu yang disucikan) dan sajen-sajen yang dibawa dari masing-masing pura. Sebelum memulai upacara, para pemuka agama memerciki mereka dengan air. Kemudian Pedande yang merupakan pemimpin umat Hindu, memulai upacara ini dengan menghaturkan doa.


Pemercikan air


Persembahan dari tiap pura


Setelah doa selesai, musik gamelan 'bale ganjur' mulai terdengar. Upacara dilanjutkan dengan 'pecaruan' yaitu simbol harmonisasi antara alam dan semesta. Berbagai bahan yakni sajen yang disebut 'banten caru' telah disiapkan di tengah area suci untuk kemudian dihancurkan. Sebelum dihancurkan, para pemangku yang bertugas memutarinya searah jarum jam dan arah sebaliknya sebanyak tiga kali. Para pemangku juga membawa sapu dan serok yang digunakan untuk menghancurkan dan membersihkan 'banten caru', serta kentongan yang terus dibunyikan selama upacara ini berlangsung. Kemeriahan mewarnai akhir upacara yang ditutup dengan sorak sorai dan tepuk tangan umat sebagai bentuk kebahagiaan atas tercapainya harmonisasi alam. Dan kini, telah tiba saatnya menuju pada penyucian diri.


Persiapan 'banten caru'
Pecaruan
Pemusik yang mengiringi jalannya upacara


Penyucian diri sebagai tujuan utama dari melasti diwakilkan oleh para pemangku yang membawa 'banten caru' untuk dihanyutkan ke laut, inilah simbol bahwa harmonisasi telah tercapai. Penyucian diri inilah yang menjadi pertanda pembersihan segala keburukan sebagai kesiapan diri umat Hindu untuk menyambut Nyepi.


Melasti

Setelah seluruh Upacara Melasti di Tanjung Pasir selesai, para umat Hindu membasahi sebagian atau seluruh badan ke laut dan kembali ke pura dengan membawa pratima pura tempat tinggalnya masing-masing. Saya ikut bersama teman-teman menuju Pura Parahyangan Jagat Guru, BSD dan mereka melanjutkan Upacara Melasti dengan sembahyang di sana. Dalam doa tentu ada harapan, setelah penyucian diri segala keburukan, semoga pada Hari Raya Nyepi nanti para umat Hindu diberi kelancaran agar melihat diri ke dalam, instropeksi diri sehingga kebaikanlah yang akan mengganti segala keburukan.





Tanjung Pasir bagai Bali
Satu hari perjalanan saya bersama teman-teman pemeluk agama Hindu dalam Upacara Melasti di tanah Jawa. Potret keragaman budaya bangsa kita dari berbagai suku dan agama, menjadikan Indonesia sebagai negara heterogen.

Setiap tahapan dalam Upacara Melasti menyadarkan saya bahwa makna yang dikandung dalam Melasti tidaklah jauh berbeda dari hari raya besar agama lainnya. Sebuah ajakan untuk memperbaiki diri, mengganti keburukan dalam diri menjadi kebaikan adalah kesamaan dari agama di Indonesia. Saya pribadi melihat rangkaian upacara Melasti ini seperti Ramadhan - Lebaran pada umat Islam dan Prapaskah - Paskah pada umat Kristiani. 

Saya yakin setiap agama tentu mengajarkan kebaikan, bukan berlomba-lomba untuk menjadi paling benar karena tujuan utama dalam hidup adalah berbuat kebaikan. Upacara Melasti di Tanjung Pasir sudah menjadi bukti bahwa toleransi beragama bisa berjalan dengan baik di tanah Jawa, akankah terus begitu untuk ke depannya?




26 Maret 2017, Tanjung Pasir Tangerang

#catatanperjalanan #emmasabatini #melasti #bali #rangkaiannyepi #indonesia #budaya #hindu #travelphotography #travelwriting

No comments:

Powered by Blogger.