Pencapaian Terbesar di 2016

January 01, 2017
Selamat tinggal 2016, selamat datang 2017!
Tiap tahunnya, saya selalu membuat resolusi. Ada satu janji sebelum memasuki tahun 2016, yaitu memperbaiki dan menempa kemampuan diri. Asa menjadi realita, inilah pencapaian terbesarku di tahun 2016.


1. Berkontribusi untuk Indonesia

Tahun 2016 adalah tahun aktif saya mengikuti kegiatan relawan yang bergerak di bidang pendidikan. Pada dasarnya saya suka anak-anak dan suka mengajar. Kegiatan relawan yang saya ikuti ini berlangsung satu hingga dua hari di sekolah dasar dengan mengenalkan serta mengajarkan profesi yang kita miliki. Membuka pengetahuan mereka untuk bermimpi setinggi-tingginya, sekaligus memberikan kenangan untuk sekolah tersebut.

Hanya mengajar? Tentu saja tidak. Lewat kegiatan relawan, saya sungguh belajar tentang cara mendidik anak dan malah terinspirasi dari para inspirator lain yang lebih berpengalaman dan sangat rendah hati.

Kelas Inspirasi dan KIJP menghiasi perjalananku dalam menginspirasi-terinpirasi dan melihat Indonesia. Saya memilih untuk mengajar di luar Pulau Jawa untuk berkenalan dengan Indonesia, juga menginstropeksi diri serta mengenal diri saya lebih dalam, seberapa besar keberanian dan kemampuan saya untuk berkontribusi.

Selain mengajar, saya juga turut aktif dalam kegiatan relawan lain yaitu SabangMerauke (SM), yang mendatangkan anak-anak Indonesia ke Jakarta selama tiga minggu. Saya mendapat tanggungjawab di tim Raising Awareness (Public Relation).
"Berbuat baik kepada sesama itu menyenangkan. Inilah berbagi."


Kelas Inpirasi Toraja Utara (Maret)
Kelompok Inspirasi Jelajah Pulau (April)
'Ikrar Kejujuran' SD Kebalen, Pulau Panjang, Banten. Pic by @audi_rulindra

Kelas Inspirasi Sumbawa (Oktober)
SabangMerauke
Grand Launching of SabangMerauke 2016


2. Kemampuan Diri

Saya suka berbicara di depan publik, dan pernah menjadi Pembawa Acara (MC) dalam bahasa Indonesia di beberapa acara skala kecil. Pada Agustus lalu, untuk pertama kalinya saya diminta menjadi salah satu MC dalam acara Ulang Tahun Perusahaan dan harus menggunakan bahasa Inggris. (cerita : "Menghancurkan Limit").

Sebuah tantangan besar untuk saya, dan saya menyanggupinya. Ternyata setelah dicoba, bisa melewati dengan baik walau masih ada kekurangan di sana-sini. Keputusan yang tepat. Lalu bila ada tawaran lain untuk ke depannya, kenapa tidak?





Berkarya tanpa kenal lelah, berkontribusi untuk Indonesia. Siap untuk 2017!

#pencapaian2016 #catatankecil #emmasabatini


No comments:

Powered by Blogger.