Keterbatasan, Awal Kreativitas

March 06, 2016


Ada saja hal positif yang didapat kalau bareng teman-teman Kelompok Inspirasi Jelajah Pulau (KIJP). Kala itu, saya mendapat ajakan ikut serta dalam Bioskop Bisik. Bioskop bisik? Tanda tanya besar memenuhi pikiran, belum pernah dengar nama bioskop seperti itu. Bukankah di bioskop manapun ada larangan untuk diam selama pertunjukkan berlangsung?



Bioskop Bisik adalah bioskop yang ditujukan bagi kaum tuna netra, yang ditemani oleh para relawan membisikkan adegan yang terjadi pada film. Hal yang luar biasa! Bahkan saya tidak pernah berpikiran bahwa bioskop bisa dinikmati oleh para tuna netra.

'Orang normal menonton dengan visual, namun mereka menggunakan audio membuat imajinasi sehingga adegan yang ada di pikiran mereka tidak terbatas.'

Decak kagum saya bertambah saat mengetahui bahwa rekan tuna netra yang saya dampingi ternyata sudah kali ke-3 datang ke bioskop bisik. Ayi namanya, ia tidak dapat melihat total sejak 2 tahun terakhir namun, sejak itu berkreasi dengan plastik sampah dari kemasan yg kemudian dibuat menjadi sebuah tas.
Dan Ayi bukanlah satu-satunya.
Bersama Ayi, serta relawan lain
Kreasi dari keterbatasan


Mereka melihat dengan alat indra selain visual, tapi mereka membuktikan bahwa sebuah keterbatasan bukanlah akhir, justru keterbatasan adalah awal kreativitas.

Terimakasih @jelajahpulauID yang telah mengajak saya untuk ikutan @bioskopbisik di @IndonesiaKaya. Penyandang disabilitas juga punya hak yang sama, untuk Indonesia yang lebih baik.

Relawan dan Tuna Netra dalam @bioskopbisik

Goes to KIJP Batch 5



#catatankecil #emmasabatini #contributionforindonesia #kijp #jelajahpulauid #Indonesia

No comments:

Powered by Blogger.